Senin, 08 Juli 2013

Lebih Dekat dengan Sosialisasi Herman H.N.-Zainudin Hasan

Jargon Manzada, Terinspirasi ’’Man Jadda Wajada’’
Memilih jargon melalui gabungan singkatan dua nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur (cagub-cawagub) akan mempermudah sosialisasi. Tak bisa asal, cagub-cawagub menawarkan kelebihan, pencitraan, dan meningkatkan nilai jual melalui jargon singkatan nama. Seperti yang digagas pasangan Herman H.N.-Zainudin Hasan yang memilih label ’’Manzada’’ untuk sosialisasi. Seperti apa?
Laporan Gatra Yuda Pramana, BANDARLAMPUNG
CUACA dingin tak menyurutkan minat masyarakat sekitar Gudang Lelang, Telukbetung Selatan, Bandarlampung, untuk menghadiri peresmian Majelis Buddha Indonesia (MBI) kemarin. Hadir dalam kesempatan itu Wali Kota Bandarlampung Herman H.N.
Bakal cagub yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan koalisi partai guram ini hadir menyapa warga. Dengan ciri khas bicara tegas, Herman H.N. memberikan sambutan dan menyatakan siap merangkul umat Buddha untuk membangun Lampung menjadi lebih baik.

Diwawancarai usai acara, Herman H.N. membenarkan telah memilih jargon Manzada sebagai nick name pasangan Herman H.N.-Zainudin Hasan. Menurut Herman H.N., Manzada terinspirasi kalimat inspiratif ’’Man Jadda Wajada’’. Artinya: siapa bersungguh-sungguh, maka dia akan berhasil.

"Ya, itu (Manzada, Red) adalah nama saya dan Pak Zainudin. Untuk mendapatkan nama itu (Manzada, Red) sudah mendapat petunjuk," seloroh Herman H.N.

Mantan Kadispenda Lampung ini menambahkan, tanda-tanda kecocokannya dengan Zainudin Hasan yang dikenal sebagai pengusaha itu, di antaranya cocoknya nama keduanya. "Dari nama saja, kami sudah cocok," ujarnya.

Perubahan nama Manzada juga direspons baik oleh kalangan tim pendukung. Menurut liaison officer (LO) Manzada, Agus Bhakti Nugroho, dari artinya, Manzada sama dengan Man Jadda Wajada (Barang siapa yang sungguh-sungguh, maka akan berhasil). 

"Kami akan bersungguh-sungguh untuk mewujudkan Lampung yang lebih baik," katanya kemarin.
Agus menambahkan, meskipun menggunakan bahasa Arab, pasangan yang mereka usung tetap tidak meninggalkan saudara kita yang nonmuslim dan merangkul semua suku, agama, dan ras yang ada di Lampung.

"Nama itu kan ngalir saja, memadukan nama pasangan kita. Ya, mungkin itu tanda-tandanya mau jadi," ucapnya.

Bahkan dengan berseloroh, Agus mengatakan, semuanya tetap bermuara ke Lampung yang lebih baik. ’’Tidak usah saling memberi untuk berbakti, karena Lampung masih tetap aman. Tidak rusuh karena damai itu indah. Tapi, semuanya balik untuk Lampung yang lebih baik," ungkapnya.

Sumber : Radarlampung.co.id

0 komentar:

Poskan Komentar